Pengertian globalisasi lengkap

gambar_globalisasi

Sebelum kita mengetahui pengertian lengkap "globalisasi" kita harus menguraikannya dulu.
Kata globalisasi dimabil dari dua kata yaitu Global dan sasi,
Global berarti mendunia, sedangkan Sasi adalah Proses, jadi jika pengertian Globalisasi menurut penggabungan dua kata tesebut berarti "Proses sesuatu yang mendunia".

Berikut ada beberapa pengertian globalisasi menurut para ahli
  1. Immanuel Wallerstein, Globalisasi adalah representasi dari kemenangan kapitalis terhadap ekonomi dunia yang diikat bersama oleh divisi kerja secara global “globalization represents the triumph of a capitalist world economy tied together by a global division of labour.”
  2. Thomas L. Friedman : Globalisasi memiliki dimensi idiology dan tekhnologi. Dimensi tekhnologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi tekhnologi adalah tekhnologi informasi yang telah menyatukan dunia
  3. Peter Dicken dalam Global Shift: Pengertian globalisasi adalah perbedaan kualtitatif dari internasionalisasi. Globalisasi mewakili internasionalisasi yang lebih maju dan kompleks yang diperlakukan pada tingkat integrasi antara aktivitas pergerakan ekonomi internasional (“…globalization is ‘qualitatively different’ from internationalization… it represents ‘a more advanced and complex form of internationalization which implies a degree of functional integration between internationally dispersed economic activities.’” (p. 1) … “‘the degree of interdependence and integration between national economies.’)
  4. Menurut Martin Albrown : Globalisasi adalah sesuatu yang menyangkut seluruh proses dimana penduduk dunia terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal, komunitas global.
  5. Menurut Malcom Waters : Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berdampak terhadap kurang pentingnya pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya, yang terjelma didalam kesadaran setiap individu .
Berdasarkan penguraian dua kata yaitu global dan sasi, serta bardasarkan pendapat para ahli tersebut dapat kita simpulkan bahwa
"Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, pemikiran, ekonomi, budaya dan lainnya, dimana baik individu-individu,kelompok saling mempengaruhi dan akan ada saling ketergantungan". 

©aroxx

Kumpulan soal-soal ujian tengah semester (UTS) PENJASKES SMP

Dalam Kesempatan Ini saya mau membagikan Soal-soal ujian tengah semester (UTS)atau dalam istilah lain ujian mid Semester untuk Pendidikan Jasmani Kesehatan Olahraga (PENJASKES).
Dalam kesempatan ini ada dua soal ujian yaitu untuk SMP kelas VII dan SMP kelas VII.
Berikut contoh soal-soal ujian yang tepat untuk guru profesianal yang mengajar Mata pelajaran Pendidikan jasmani kesehatan Olahraga.

sit_up

Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Kesehatan Olahraga (PENJASKES)

  1. Soal-Soal SMP kelas VII

    1. Tuliskan Pengertian Permainan Sepak Bola?
    2. Jelaskan Sejarah Permainan Bola Basket?
    3. Tuliskan Teknik-Teknik Permainan Sepak Bola?
    4. Tuliskan Teknik-Teknik Permainan Bola Basket?
    5. Jelaskan Pengertian Permainan Besar dan Tuliskan Contoh Permainan Besar?
    6. Jelaskan Pengertian Permainan kecil dan Tuliskan Contoh Permainan Kecil?
    7. Tuliskan Teknik-Teknik Permainan Bola Voli?
    8. Tuliskan aba-aba baris berbaris (Sikap Sempurna)?
    9. Apa Kegunaan dari Pemanasan (Streching) ?
    10. Gambarkan Lapangan Bola Basket, Sepak Bola,Bola voli Lengkap Dengan Ukuranya?


  2. Soal-soal SMP kelas VIII
    1. Jelaskan Sejarah Permainan Bola Voli ?
    2. Jelaskan Faktor-Faktor Kondisi Fisik ?
    3. Tuliskan Pengertian Teknik-Teknik Bola Basket, Bola Voli, Sepak Bola?
    4. Tuliskan Strategi dalam Permainan Besar?
    5. Jelaskan Kegunaan Kartu Merah dalam Sepak bola?
    6. Jelaskan Posisi Pemain dalam bola Voli?
    7. Tuliskan Pelanggaran dalam Sepak Bola?
    8. Tuliskan Pelanggaran dalam Bola basket?
    9. Gambarkan Lapangan Sepak bola, Bola Voli, Bola Basket Lengkap dengan Ukurannya?
    10. Tuliskan Kegunaan dari Pemanasan?

Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kehidupan sehari-hari

untuk mengatahui Peranan Teknologi Informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari maka kita akan munguraikannya satu persatu.
  1. Bidang Administrasi Perkantoran
  2. gadis_kantor
    Karyawati dan Pc
      Teknologi Informasi dan Komunikasi memudahkan pekerjaan administrasi dikantor, seperti mengetik surat , menyusun laporan keuangan, menghitung penjualan barang, dan sebagainya. perangkat lunak seperti microsoft word, excel, power point, dan sebagainya telah digunakan oleh banyak perusahaan untuk mengelola kegiatan perkantoran mereka.
    1. Bidang Telekomunikasi
    2. TIK berperan sangat besar bagi kenyamanan kita dalam menjalin komunikasi. Saat ingin membuat janji dengan teman, kalian dapat menghubunginya dengasn telepon atau handphone. Demikian pula kalian yang mungkin sulit berjumpa dengan presiden, kini dapat menyapa beliau melalui alat komunikasi semacam telepon.
      Handphone
      Handphone adalah Contoh Alat TIK Telekomunikasi
    3. Bidang Hiburan
    4. Banyak kegiatan pembuatan video musik, film atau animasi kartun yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan bantuan kamera tangan (handycam), sebuah adegan film dengan mudah dapat direkam. Kemudian dengan bantuan sejumlah software, kaset rekaman diedit, digandakan dan disimpan dalam bentuk VCD atau DVD. Kalian juga dapat menjalankan sebuah software Interaktif. Software ini memungkinkan kalian dapt berinteraksi dengan komputer tentang topik tertentu. Selain itu, jika kalian senang bermain game, sekarang tersedia begitu banyak judul dan jenis game yang dapat kalian jalankan lewat komputer.
      Handycam
      Handycam adalah contoh alat TIK dibidang Hiburan
    5. Bidang Perbankan
    6. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan banyak transaksi keuangan dilakukan lewat internet atau peralaan lain. Sekarang kalian dapat mengirim atau menerima uang tenpa perlu bertemu dengan petugas bank. ATM telah meenggantikan fungsi seorang teller (petugas penghitung uang di bank), sehingga kalian dapat mengambil sejumlah uang kapan pun dibutuhkan.
      ATM(automatic teller machine)
      ATM adalah Contoh alat TIK Dibidang Perbankan
    7. Bidang Lainnya
    8. Teknologi informasi dan komunikasi juga banyak berperan dalam bidang riset, kesehatan, biologi,produksi barang, dan sebagainya. Salah satu bentuk aplikasi teknologi informasi dan komunikasi adalah pembuatan robot yang dapat menggantikan tugas manusia dalam memproduksi barang dipabrik, membantu seorang dokter dalam berhubungan dengan pasien, atau membantu seorang peneliti dalam percobaan-percobaan di laboratorium. Disekitar kalian mungkin juga sudah tersedia banyak warnet (warung Internet) yang memungkinkan kalian menjelajah situs-situs internet. Selain itu, peran internet sangat besar dalam mengubah cara kalian berkomunikasi. Kalian dapat berhubungan dengan semua orang disegala tempat didunnia. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan dengan internet
      1. Mengirim surat elektronik (email)
      2. Beberapa Website yang memberikan layanan internet gratis adalah Google.com dengan GMAIL, Yahoo.com dengan Yahoomail, zohomail dan lainnya.
      3. Mencari Berbagai InformasiLayanan untuk mencari berbagai informasi dalam hal ini adalah search engine misalnya google.com, yahoo.com, bing.com, altavista.com dan lain sebagainya

    Menggunakan Komputer Sesuai Prosedur

    gambar_PC
    Personal Computer (PC)

    Untuk Membahas materi tentang menggunakan Komputer sesuai prosedur maka kita harus mengulasnya mulai dari

    1. Mengaktifkan Komputer Sesuai Prosedur
    2. Mematikan Komputer Sesuai Prosedur
    3. Mengenal stabilizer
    4. Mengenal Tombol ctrl-Alt-Del 
    Ok mari kita mulai dari
    1. Mengaktifkan Komputer Sesuai Prosedur
    2. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut

      1. CPU
        Pastikan Komputer kaliar telah terbung dengan arus Listrik

      2. Stabilizer
        Nyalakan Stabilizer dengan menggeser Posisi saklar ke arah ON

      3. CPU
        Tekanlah tombol power yang terdapat pada kotak CPU

      monitor
      Tekanlah tombol power monitor untuk menyalakanya
      Setelah komputer terhubung dengan arus listrik dan tombol powernya ditekan beberapa saat kemudian akan terlihat beberapa komponen-komponen komputer seperti keyboard, mouse, printer, usb external mulai menyala. Itu adalah tanda bahwa komputer sedang menguji baik tidaknya semua komponen yang sudah terpasang. proses menguji baik tidaknya semua komponen-komponen komputer dilakukan oleh perangkat lunak yaitu sistem operasi. Untuk mencegah hilangnya data atau informasi akibat putusnya arus listrik secara tiba-tiba, komputer dekstop dapat dihubungkan dengan sebuah peralatan bernama UPS (uninteruptible power suply). Jika listrik mendadak padam, maka UPS akan menggantikan fungsi listrik untuk sementara.
      Gambar_UPS
      Gambar UPS
    3. Mematikan Komputer Sesuai Prosedur
      • Jika masih ada program aplikasi yang masih terpasang, nonaktifkan atau tutuplah program aplikasi tersebut.
      • Setelah program aplikasi ditutup. Tutuplah sistem operasi windows. Caranya klik mouse pada taksbar start yang ada dipojok kiri bawah,kemudian pilih icon turn off komputer yang terletak dibaris paling bawah
      • Kemudian klik turn off
    4. Mengenal Stabilizer
    5. Stabilizer adalah alat bantu yang berfungsi untuk menstabilkan tegangan listrik yang masuk ke komputer kalian.

    6. Mengenal Tombol ctrl-Alt-Del
    7. Jika Anda terbiasa menggunakan Komputer atau laptop yang berbasis Windows, tentu Anda mengenal kombinasi tombol Control-Alt-Delete. Mungkin Anda juga pernah berpikir, mengapa harus memencet kombinasi tiga tombol itu secara bersamaan?
        Bill_gates
          Bill Gates
        Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft, baru-baru ini, mengakui bahwa hal itu adalah kesalahannya. The Verge melaporkan, dalam sebuah kampanye penggalangan dana di Universitas Harvard, dia mengatakan, “Kami sebenarnya bisa mendapat satu tombol, namun pendesain keyboard di IBM tak mau memberikan satu tombol itu pada kami.” Orang yang dimaksud Gates adalah David Bradley, seorang insinyur yang bekerja di IBM –pada saat itu. Dialah yang menciptakan kombinasi tombol ctrl-alt-del tersebut. Bradley mengatakan, “Meski saya yang menciptakan kombinasi tersebut, namun Bill (Gates)-lah yang mempopulerkannya.” Menurut Gates, kombinasi tombol tersebut sejatinya didesain untuk mencegah aplikasi lain untuk memalsukan laman login dan mencuri password. Di Windows NT, pengguna memang dipaksa untuk menekan kombinasi tersebut untuk bisa login ke PC. Kini, kombinasi ctrl-alt-del masih digunakan di Windows 8, untuk mengunci PC, ataupun mengakses task manager

        Ketrampilan Menggiring Bola Dengan Punggung Kaki

        sepak_bola
        CHIVU

        Sepak bola adalah suatu permainan dilakukan dengan jalan menyepak bola, yang mempunyai tujuan untuk memasukan bola kegawang lawan dan mempertahankan gawang tersebut untuk tidak kemasukan bola. Di dalam memainkan bola, setiap pemain diperbolekan menggunakan seluru anggota badan kecuali tangan dan lengan. Hanya penjaga gawang diperbolehkan memainkan bola dengan kaki dan tangan.
        Sepak bola merupakan permainan tim yang masing-masing tim terdiri dari sebelas pemain. Biasanya permainan sepak bola dimainkan dalam dua babak (2x45 menit) dengan waktu istirahat lima belas menit diantara dua babak tersebut.
        Mencetak gol kegawang lawan merupakan sasaran dari setiap kesebelasan. Suatu kesebelasan dinyatakan sebagai pemenang apabila kesebelasan tersebut dapat memasukan bola kegawang lawan lebih banyak dan kemasukan bola digawang sendiri lebih sedikit jika dibandingkan dengan lawannya.

        Dalam permainan sepak bola salah satu teknik dasar yang perlu dipelajari oleh siswa yakni teknik dasar menggiring bola dengan punggung kaki Karena dengan memiliki kemampuan menggiring bola yang baik maka bisa dengan mudah mengoyakan pertahanan lawan.Seperti yang dikatakan oleh A. Sarumpaet, Zulfaar Djazet, Parno dan Sadikun, bahwa “Menggiring bola merupakan teknik usaha memindah bola dari suatu daerah ke daerah lain saat permainan sedang berlangsung”
        Selanjutnya ditambahkan pula bahwa:
        Dalam melakukan menggiring bola:
        1. “Bola harus dikuasai sepenuhnya berarti tidak mungkin dirampas orang
        2. Dapat menggunakan seluruh bagian kaki sesuai tujuan apa yang ingin dicapai.
        3. Untuk memindahkan daerah permainan
        4. Memancing lawan untuk mendekati bola daerah penyerang terbuka.
        5. Untuk memperlambat tempo permainan.”
        Sehubungan dengan teori yang telah dikemukakan diatas, sangat perlu kiranya siswa-siswa diajari guna meningkatkan kemampuan menggiring bola. Karena memiliki kemampuan menggiring bola dengan punggung kaki merupakan salah satu teknik terpenting dalam permainan sepak bola.

        Wiel Coerver dalam bukunya, mengatakan bahwa “Salah satu ketrampilan yang penting untuk dapat bermain sepak bola adalah ketrampilan membebaskan bola.”Teknik menggiring bola dengan punggung kaki tersebut, selesai digunakan untuk melakukan penyerangan sekaligus membuka kesempatan mencetak gol kegawang lawan dapat juga digunakan untuk mengendalikan pola permainan dan menghindari tackling dari pemain lawan. Mengiring bola dengan menggunakan punggung kaki, pada umumnya digunakan untuk mendekati jarak dan paling cepat dibandingkan kaki bagian lainnya.

        Analisis menggiring bola dengan punggung kaki adalah sebagai berikut:
        1.  Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi menendang dengan punggung kaki.
        2. Kaki yang digunakan menggiring bola hanya mendorong bola terlebih dahulu ditarik ke belakang dan diayun ke depan.
        3. Tiap melangkah secara teratur kaki menyentuh bola. 
        4. Bola bergulir harus selalu dekat kaki dengan demikian bola tetap dikuasai.
        5. Kedua lutut sedikit ditekuk agar mudah menguasai bola.
        6. Pandangan melihat bola pada saat kaki menyentuh, kemudian lihat situasi dan kedua lengan menjaga keseimbangan di samping badan.”  

         
        gambar_menggiring _bola
        Gambar : Menggiring bola dengan punggung kaki

        Beberapa kesalahan yang sering dilakukan ketika menggiring bola, di antaranya adalah:
        1. Tendangan terlalu keras sehingga laju bola terlalu cepat, yang mengakibatkan bola sulit untuk dikuasai.
        2. Tendangan terlalu lemah, yang mengakibatkan kesempatan lawan akan memperdayakan kita lebih terbuka. Dalam hal ini, pihak lawan akan segera menempati posisi masing-masing, sehingga sulit untuk diterobos.
        3. Pandangan lebih banyak ke arah bola ketika sedang menggiring bola, mengakibatkan bola tidak terkendali sebagaimana mestinya.
        4. Gerakan kaki kurang gesit atau kurang lincah sehingga ketika menguasai bola menjadi kaku.
        5. Kurang adanya improvisasi gerakan tipuan ketika akan menghindari blockade lawan, sehingga gerakan mudah terbaca oleh lawan.” Dengan demikian untuk mendapatkan hasil yang baik, maka harus mampu mempelajari atau dilatih berulang -ulang dan terus – menerus tentang teknik dasar menggiring bola dengan punggung kaki.
        Daftar Pustaka
        Supandi. Strategi Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani, Ditjen Pend. Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan, Jakarta, 1990. Hal. 15-18
        A.Sarumpaet, et al. 1992.Permainan Bola Besar. Depdikbud. Ditjen PTP2TK. PTP2TK. 1992. Hal. 24
        Ibid, Hal. 24
        Wiel Coever. Sepak Bola Program Pembinaan Pemain Ideal. PT. Gramedia. Jakarta. 1987. Hal. 101
        Sucipto, Bambang Sutiyono, Indra M.Tohir, Sepak Bola, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III. 1999/2000. Hal. 31



        Pembahasan Tentang Metode ceramah dalam pembelajaran

        metode_ceramah
        Gambar Metode ceramah
         
        Metode adalah cara yang fungsinya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Makin baik metode itu, makin efektif pula pencapaian tujuan.

        Dengan demikian tujuan merupakan faktor utama dalam menetapkan baik tidaknya penggunaan suatu metode.
        Dalam hal metode mengajar, selain faktor tujuan, murid, situasi, fasilitas dan faktor guru turut menentukan efektif tidaknya penggunaan suatu metode. Karenanya metode mengajar itu banyak sekali dan sulit menggolong-golongkannya. Lebih sulit lagi menetapkan metode mana yang memiliki efektifitas paling tinggi. Sebab metode yang “kurang baik” di tangan seorang guru dapat menjadi metode yang “baik sekali” di tangan guru yang lain dan metode yang baik akan gagal di tangan guru yang tidak menguasai teknik pelaksanaannya.
        Namun demikian, ada sifat-sifat umum yang terdapat pada metode yang satu tidak terdapat pada metode yang lain. Dengan mencari ciri-ciri umum itu, menjadi mungkinlah untuk mengenali berbagai macam metode yang lazim dan praktis untuk dilaksanakan dalam proses belajar mengajar.
                    Metode ceramah merupakan metode yang selalu digunakan oleh guru dalam pembelajaran,seperti dalam pemberian informasi, bimbingan dan penjelasan meskipun sedikit karena dengan komunikasi langsung akan membangun interaksi guru dengan murid.

           A. Pengertian metode ceramah

        Metode ceramah adalah suatu cara mengajar atau penyajian materi melalui penuturan dan penerapan lisan oleh guru kepada siswa.

        Agar siswa efektif dalam proses belajar mengajar yang menggunakan metode ceramah, maka siswa perlu dilatih mengembangkan keterampilan berpikir untuk memahami suatu proses dengan cara mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan dan mencatat penalarannya secara sistematis.

        Jadi dapat dipahami metode ceramah merupakan sebuah bentuk interaksi belajar-mengajar yang dilakukan melalui penjelasan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap sekelompok peserta didik. Dan guru akan menjadi pusat/titik tumpuan keberhasilan metode ceramah.

           B. Kelebihan metode ceramah dalam pembelajaran

        • Guru mudah menguasai kelas.
        • Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar.
        • Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.
        • Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik.
        • Mudah mengorganisasikan tempat duduk / kelas.
        • Lebih ekonomis dalam hal waktu.
        • Memberi kesempatan pada guru untuk menggunakan pengalaman, pengetahuan dan kearifan.
        • Dapat menggunakan bahan pelajaran yang luas
        • Jika digunakan dengan tepat maka akan dapat menstimulasikan dan meningkatkan keinginan  belajar siswa dalam bidang akademik.
        • Membantu siswa untuk mendengar secara akurat, kritis, dan penuh perhatian.
        • Dapat menguatkan bacaan dan belajar siswa dari beberapa sumber lain.
           C. Kelemahan metode ceramah dalam pembelajaran
        • Tidak meransang siswa untuk membaca
        • Feed back relatif rendah
        • Mahasiswa tidak aktif
        • Informasi hanya satu arah
        • Membosankan
        • Menggurui dan melelahkan
        • Kurang terkendali baik waktu maupun materi
        • Kurang melekat pada ingatan siswa
        • Tidak mengedepankan kreativitas siswa
        • Materi monoton
        D.  Cara meningkatkan metode ceramah dalam pembelajaran
        • Tujuan pembicaraan (ceramah) harus dirumuskan dengan jelas
        • Setelah menetapkan tujuan, harus diteliti apakah metode ceramah merupakan metode yang sudah tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
        • Menanamkan pengertian yang jelas. Hal ini dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Salah satu diantaranya adalah guru memulai pembicaraandengan suatu ikhtisar atau ringkasan tentang pokok-pokok yang akan diuraikan, kemudian bagian dari pokok bahasan yang merupakan inti, dan akhirnya menyimpulkan bagian atau pokok-pokok
        • Merangsang perhatian siswa dengan menunjukkan penggunaannya
        Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa :

        Metode ceramah adalah metode yang selalu digunakan dan divariasikan dengan metode lain.penyampaiannya dilakukan dengan cara lisan sehingga menggambarkan adanya interaksi siswa.
        Kunci sukses dalam menggunakan metode ini tergantung padu guru bagaimana ia menerapkan dan mengendalikannya dalam pembelajaran, jika terlalu banyak menggunakan metode ceramah atau metode ini tidak divariasikan maka akan menimbulkan kebosannan siswa dalam mengikuti pelajaran
        ©aroxx

        Pengertian hasil belajar menurut para ahli

        hasil_belajar

        Sebenarnya ada banyak pengertian Hasil belajar yang dikemukakan oleh para ahli.
        Namun dalam kesempatan ini saya hanya membagikan pengertian oleh para ahli yang lebih terkenal dan banyak disukai oleh banyak orang.
        Untuk mengetahui pengertian hasil belajar yang sebenarnya kita harus melihat dulu pengertian belajar menurut para ahli seperti berikut:

        1. Daryanto (2010:2) belajar adalah suatu proses usahan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
        2. Djamarah (2008:13) mengatakan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor. 
        3. Slameto (2010:2) belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
        4. Fathurrohman dan Sutikno (2010:6) belajar adalah perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang setelah melakukan aktivitas tertentu.
        5. Syah (2010:90) belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. 
        6. Uno (2011:15) belajar adalah proses perubahan perilaku seseorang setelah mempelajari suatu objek (pengetahuan, sikap, atau keterampilan) tertentu.
        7. Yamin (2007:168) belajar merupakan perubahan perilaku seseorang melalui latihan dan pengalaman, seseorang belajar tidak ditentukan oleh kekuatan-kekuatan yang datang dari dalam dirinya atau oleh stimulus-stimulus yang datang dari lingkungan, akan tetapi merupakan interaksi timbal balik dari determinan-determinan individu dan determinan-determinan lingkungan. 
        8. Hamalik (2011:27) Belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan, dan bukan suatu hasil atau tujuan.
        9. Purwanto (2011:38) belajar adalah proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilaku. 
        Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut, dapat dikemukan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan dalam diri individu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan sekitar.
          Setelah mengetahui pengertian belajar maka kita akan melihat pengertian hasil belajar oleh para ahli seperti berikut : 
          1. Purwanto (2011:46) hasil belajar adalah perubahan perilaku peserta didik akibat belajar. Perubahan perilaku disebabkan karena dia mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam proses belajar mengajar. Lebih lanjut lagi ia mengatakan bahwa hasil belajar dapat berupa perubahan dalam aspekkognitif, afektif dan psikomotorik. 
          2. Sudjana (2003:3) mengemukakan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dimiliki oleh siswa setelah menerima pengalaman belajar. 
          3. Hamalik (2003:155) hasil belajar adalah sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat di amati dan di ukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat di artikan sebagai terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik sebelumnya yang tidak tahu menjadi tahu. 

          Berdasarkan pendapat-pendapat yang telah dipaparkan di atas, maka dapat dikemukakan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku pada diri seseorang akibat tindak belajar yang mencakup aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik.

        Contoh Penulisan Surat Permohonan Ujian Komprehensif yang baik dan benar

        Jumpa lagi sahabat dunia maya !! 
        Dalam kesempatan ini saya mau berbagi trik untuk Penulisan surat permohonan ujian komprehensif yang baik dan benar.
        Sebelum kita memulainya jangan lupa atur marginnya dan font. Biasanya font memakai huruf times new roman. berikut adalah contohnya.



        KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
        UNIVERSITAS NEGERI MANADO
        FAKULTAS BAHASA DAN SENI
        JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS


        Perihal : Permohonan Ujian Komprehensif/S-1
        Yth : Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNIMA

        Dengan Hormat,
         Berhubung dengan ketentuan dan persyaratan akademik/administrasi untuk menempuh Ujian Komprehaensif/Gelar S1 Fakultas Bahasa dan Seni UNIMA telah dipenuhi, maka saya yang bertanda tangan dibawah ini :
        Nama : Marsiyane Manihai
        NIM : 08 310 017
        Tempat/Tanggal Lahir : Lapango, 28 Januari 1990
        Jurusan : Pendidikan Bahasa Inggris
        Program Studi : Pendidikan Bahasa Inggris
        Program Angkatan : 2007
        Menyampaikan kiranya dapat diberi kesempatan untuk menempuh Ujian Komprehensif/Gelar S-1 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni , UNIMA, dengan judul :
        The Struggle In Mezrich’s “ Bringing Down The House “
        Tim Pembimbing sebagai berikut :
        1. Prof. Dr. A.G. Senduk, M.Pd
        2. Livianni Lambe, SS, M.Pd
        Tim Penguji sebagai berikut :
        1. Dra. Diana J. Wowor, M.Hum
        2. Drs. Herling M. Rares, M.Pd

        Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
        Skripsi : “A Study of Teacher and Students Talks in Classroom Interaction”
        1. Permohonan Ujian Komprehensif
        2. Lunas SPP / Bukti Pembayaran SPP asli (semester 1 s/d akhir)
        3. Daftar IPK (semester 1 s/d akhir)
        4. KRS dan KHS (semester 1 s/d akhir
        5. Fotocopy Ijazah Terakhir (legalisir)
        6. Fotocopy piagam Probinas (legalisir)
        7. Fotocopy keterangan PPL (legalisir)
        8. Fotocopy Sertifikat KKN (legalisir)
        9. Fotocopy Akte Kelahiran
        10.  Fotocopy Sertifikat Komputer (legalisir)
        11. Surat Keterangan Bebas Perpustakaan Universitas dan Jurusan
        12. Surat keterangan EPSBED
        13. Skripsi dan SK Tim Pembimbing Skripsi
        14. Surat Keterangan Perbaikan Skripsi
        15. Surat Keterangan Lulus Ujian Prakualifikasi
        16. Kartu Bimbingan Skripsi
        17. Jurnal
        18. Pas foto : Hitam Putih 3x4 = 6 lembar
        Demikian permohonan ini saya buat, dengan harapan kiranya diterima. Atas perkenaan Bapak, saya sampaikan terima kasih.
        Tondano, Mei 2014
        Mengetahui,
        Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Yang Bermohon




        Dr. Elisabeth Z. Oroh, M.Hum                                                                                        Marsiyane Manihai
        NIP. 196108181985032001                                                                                                NIM. 08 310 017

        Pedoman lengkap Penulisan Skripsi

        1. PENGERTIAN SKRIPSI
          :Skripsi dapat diartikan sebagai karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan kurang lebih 135 sks dengan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Utama dan Dosen Pembimbing II sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Pendidiksan S1 (Sarjana).
        2. TUJUAN SKRIPSI
          Tujuan dalam Penulisan Skripsi adalah memberikan pemahaman terhadap mahasiswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.
        3. ISI DAN MATERI
          Isi dari Penulisan Skripsi diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :
          • Relevan dengan jurusan dari mahasiswa yang bersangkutan.
          • Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
          • Masalah dibatasi, sesempit mungkin.
        4. BENTUK LAPORAN PENULISAN SKRIPSI.
          Bentuk laporan penulisan Skripsi Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen dan Akuntansi untuk jenjang Akademik Strata Satu terdiri dari:

        A. Bagian Awal.

        Bagian Awal ini terdiri dari: 1. Halaman Judul
        2. Lembar Pernyataan
        3. Lembar Pengesahan
        4. Abstraksi
        5. Halaman Kata Pengantar
        6. Halaman Daftar Isi
        7. Halaman Daftar Tabel
        8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya

        B. Bagian Tengah.

        Bagian tengah ini terdiri dari: 1. Bab Pendahuluan
        2. Bab Landasan Teori
        3. Metode Penelitian.
        4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
        5. Bab Kesimpulan dan Saran

        C. Bagian Akhir.

        Bagian akhir terdiri dari: 1. Daftar Pustaka
        2. Lampiran





        Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Skripsi dapat dilihat sebagai berikut :

        A. Bagian Awal.
        Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi yakni sebagai berikut :

        1. Halaman Judul
        Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar Universitas Gunadarma.

        2. Lembar Pernyataan
        Yakni merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.

        3. Lembar Pengesahan
        Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.

        4. Abstraksi
        Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.

        5. Kata Pengantar
        Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).

        6. Halaman Daftar Isi
        Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.

        7. Halaman Daftar Tabel
        8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram

        B. Bagian Tengah

        1. Pendahuluan
        Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :

        a. Latar Belakang Masalah
        Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.

        b. Rumusan Masalah
        Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.

        c. Batasan Masalah
        Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.

        d. Tujuan Penelitian
        Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.

        e. Metode Penelitian

        Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
        Jenis-Jenis Metode Penelitian :
        a. Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal.
        b. Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
        c. Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.

        f. Sistematika Penulisan
        Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Skripsi

        2. Landasan Teori
        Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.

        3. Metode Penelitian
        Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.

        4. Analisis Data dan Pembahasan
        Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.


        5. Kesimpulan (dan Saran)
        Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
        - Kesimpulan
        Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
        - Saran
        Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

        B. BAGIAN AKHIR

        - Daftar Pustaka
        Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan
        .
        - Lampiran
        Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.



        5. TEKNIK PENULISAN

        1. Penomoran Bab serta subbab
        - Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
        - Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.
        II ………. (Judul Bab)
        2.1 ………………..(Judul Subbab)
        2.2 ………………..(Judul Subbab)
        2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab)
        - Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.
        - Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.

        2. Penomoran Halaman
        - Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
        - Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
        - Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.


        3. Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel
        - Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
        - Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh : gambar 3.1 berarti gambar pertama yang aga di bab III.

        4. Penulisan Daftar Pustaka

        - Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
        - Ditulis menurut kutipan-kutipan
        - Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
        - Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
        Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
        - Gelar tidak perlu disebutkan.
        - Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
        - Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
        - Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut :
        Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
        - Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000

        6. Penulisan Daftar Pustaka

        Satu Pengarang

        1. Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

        2. Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of Chicago Press.

        Dua Pengarang

        1. Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New york: Harcourt

        2. Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia

        Tiga Pengarang

        1. Heidjrahman R., Sukanto R., dan Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.

        2. Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. Structural change in a Developing Economy. Princeton: Princeton University Press.

        Lebih dari Tiga Pengarang
        1. Barlow, R. et al. 1966. Economics Behavior of the Affluent. Washington D.C.: The Brooking Institution.
        2. Sukanto R. et al. 1982. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
        Pengarang Sama
        1. Djarwanto Ps. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
        2. ____________. 1982. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.

        Tanpa Pengarang
        1. Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall.
        2. Interview Manual. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research, Universiy of Michigan.

        Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan.
        1. Herman Wibowo (Penterjemah). 1993. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.
        2. Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 1978. Marketing Management. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

        Buku Jurnal atau Buletin
        1. Insukindro dan Aliman, 1999. “Pemilihan dan Bentuk Fungsi Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 14, No. 4:49-61.
        2. Granger, C.W.J., 1986. “Developments in the Study of Co-integrated Economic Variables”, Oxford Bulletin of Economics and Statistics, Vol.48 : 215-226.



        5. Format Pengetikan
        - Menggunakan kertas ukuran A4.
        - Margin Atas : 4 cm Bawah : 3 cm
        Kiri : 4 cm Kanan : 3 cm
        - Jarak spasi : 1,5 (khusus ABSTRAKSI hanya 1 spasi)
        - Jenis huruf (Font) : Times New Roman.
        - Ukuran / variasi huruf : Judul Bab 14 / Tebal + Huruf Besar
        Isi 12 / Normal
        Subbab 12 / Tebal

        6. Hasil Penulisan Skripsi

        - Dijilid berbentuk buku dengan jumlah halaman paling sedikit 12 (dua belas) halaman tidak termasuk cover, halaman judul, daftar isi, kata pengantar dan daftar pustaka

        - Dipresentasikan dan dianjurkan menggunakan Power Point pada saat pelaksanaan Sidang Sarjana (S1) di hadapan para penguji Sidang.

        - Diketik dengan menggunakan Program Software Pengolah Kata, misal : Ms Word
        - Dicetak dengan printer (dianjurkan dengan LASER PRINTER)




        6. LAMPIRAN.

        Lampiran ini berisi data, gambar, tabel atau analisis dan lain-lain yang karena terlalu banyak, sehingga tidak mungkin untuk dimasukkan kedalam bab-bab sebelumnya.


        7. KUTIPAN

        Dalam penulisan hasil penelitian ilmiah biasanya dimasukkan kutipan-kutipan. Ada beberapa macam kutipan sebagai berikut:

        a. Kutipan langsung (Direct Quatation) yang terdiri dari kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang. Kutipan langsung pendek adalah kutipan yang harus persis sama dengan sumber aslinya dan ini biasanya untuk mengutip rumus, peraturan, puisi, difinisi, pernyataan ilmiah dan lain-lain. Kutipan langsung pendek ini adalah kutipan yang panjangnya tidak melebihi tiga baris ketikan. Kutipan ini cukup dimasukkan kedalam teks dengan memberi tanda petik diantara kutipan tersebut. Sedangkan kutipan panjang langsung adalah kutipan yang panjangnya melebihi tiga baris ketikan dan kutipan harus diberi tempat tersendiri dalam alinea baru.

        b. Kutipan tidak langsung (Indirect Quatation) merupakan kutipan yang tidak persis sama dengan sumber aslinya. Kutipan ini merupakan ringkasan atau pokok-pokok yang disusun menurut jalan pikiran pengutip. Baik kutipan tidak langsung pendek maupun panjang harus dimasukkan kedalam kalimat atau alinea. Dalam kutipan tidak langsung pengutip tidak boleh memasukkan pendapatnya sendiri.

        Catatan kaki atau footnone adalah catatan tentang sumber karangan dan setiap mengutip suatu karangan harus dicantumkan sumbernya. Kewajiban mencantumkan sumber ini untuk menyatakan penghargaan kepada pengarang lain yang menyatakan bahwa penulis meminjam pendapat atau buah pikiran orang lain. Unsur-unsur dalam catatan kaki meliputi: nama pengarang, judul karangan, data penerbitan dan nomor halaman.

        Ada dua cara dalam menempatkan sumber kutipan sebagai berikut:

        a. Cara ringkas yaitu menempatkan sumber kutipan dibelakangbahan yang dikutip yang ditulis dalam tanda kurung dengan menyebutkan “Nama pengarang, Tahun penerbitan dan Halaman yang dikutip”.

        b. Cara langsung yaitu menempatkan sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip yang dipisahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak antara garis pemisah dengan teks satu spasi, jarak antara garis pemisah dengan sumber kutipan dua spasi, dan jarak baris dari kutipan harus satu spasi.

        Pengertian minat dan pendapat para ahli


        gambar_minat

        Minat ialah suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan yang tergantung dari bakat dan lingkungan. Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang dipelajari dapat dipahami, sehingga siswa dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan. Terjadilah suatu perubahan kelakuan. Perubahan kelakuan ini meliputi seluruh pribadi siswa; baik kognitif, psikomotor maupun afektif.
        Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar anak (Slameto, 2010: 180). Diharapkan dalam penelitian ini minat siswa dalam mengikuti pelajaran keamanan dan keselamatan kerja akan meningkat di bandingkan sebelumnya.
        Dalam percakapan sehari-hari pengertian perhatian dikacaukan dengan minat dalam pelaksanaan perhatian seolah-olah kita menonjolkan fungsi pikiran, sedangkan dalam minat seolah-olah menonjolkan fungsi rasa, tetapi kenyataanya apa yang menarik minat menyebabkan pula kita kita berperhatian, dan apa yang menyebabkan perhatian kita tertarik minatpun menyertai kita.” (Dakir. 1971 : 81)
        Sedangkan menurut Drs. Dyimyati Mahmud (1982), Minat dalah sebagai sebab yaitu kekuatan pendorong yang memaksa seseorang menaruh perhatian pada orang situasi atau aktifitas tertentu dan bukan pada yang lain, atau minat sebagai akibat yaitu pengalaman efektif yang distimular oleh hadirnya seseorang atau sesuatu obyek, atau karena berpartisipasi dalam suatu aktifitas.
        Untuk memudahkan pemahaman tentang minat belajar, maka dalam pembahasan ini terlebih dahulu akan diuraikan menjadi minat dan belajar. Secara bahasa minat berarti kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu (Depdikbud, 1990:58). Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Sedangkan pengertian minat secara istilah telah banyak dikemukakan oleh para ahli, di antaranya yang dikemukakan oleh Hilgard yang dikutip oleh Slameto menyatakan “Interest is persisting tendency to pay attention to end enjoy some activity and content (1991:57).
        Sardiman A. M. berpendapat bahwa minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhankebutuhannya sendiri (1988:6). Sedangkan menurut Pasaribu dan Simanjuntak mengartikan minat sebagai “suatu motif yang menyebabkan individu berhubungan secara aktif dengan sesuatu yang menariknya (1983:52). Selanjutnya menurut Zakiah Daradjat, dkk., mengartikan minat adalah “kecenderungan jiwa yang tetap ke jurusan sesuatu hal yang berharga bagi orang (1995:133).
        Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli seperti yang dikutip di atas dapat disimpulkan bahwa, minat adalah kecenderungan seseorang terhadap obyek atau sesuatu kegiatan yang digemari yang disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian, dan keaktifan berbuat.
        Menurut Cronbach, sebagaimana dikutip oleh Sumardi Surya Brata, yaitu:
        “Learning is shown by a change in behavior as are surf or experience”
        Artinya: yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami, dan dalam mengalami itu si Pelajar menggunakan panca inderanya.
        Berdasarkan berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku yang disebut sebagai hasil dari suatu proses belajar dari interaksi dengan lingkungan yang tertentu, ketrampilan, sikap dan konsep.
        Definisi yang lain sebagaimana dikemukakan oleh W.S Winkel, bahwa "Belajar adalah suatu proses mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif subyek dengan lingkungannya dan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai sikap yang bersifat konstan / menetap.
        Adapun menurut Sardiman, A.m, belajar secara makro adalah : “Kegiatan Psikofisik ke perkembangan pribadi seutuhnya, sedang belajar secara mikro yaitu usaha penyampaian materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya, relevan. Dengan ini maka ada pengertian bahwa belajar adalah penambahan pengetahuan.
        Sementara itu Abu Ahmadi menjelaskan, belajar adalah “Suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang harus secara keseluruhan sebagai hasil pengetahuan individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
        Secara singkat yang dimaksud dengan minat belajar adalah kecenderungan dan perhatian dalam belajar. Dalam pengertian lain minat belajar adalah : Kecenderungan perhatian dan kesenangan dalam beraktivitas, yang meliputi jiwa dan raga untuk menuju perkembangan manusia seutuhnya, yang menyangkut cipta, rasa, karsa, kognitif, afektif dan psikomotor lahir batin.
        Dengan memperhatikan pengertian minat belajar tersebut, maka semakin kuatlah tentang anggapan bahwa minat belajar adalah suatu hal yang abstrak (Tidak bisa dilihat secara langsung dengan mata kepala), namun dengan memperhatikan dari aktivitas serta hal-hal lain yang dilakukan oleh seseorang minat belajar tersebut bisa diketahui dengan cara menyimpulkan dan menafsirkannya.
        Minat dapat diartikan “Suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keingin-inginan atau kebutuhan sendiri.  Oleh karena itu apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minat, sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingan sendiri.
        Sebagaimana pernyataan Syaiful Bahri bahwa “Minat besar pengaruh terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap suatu pelajaran akan mempelajari dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. Oleh karena itu, guru perlu membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah dipahami.
        Untuk itu guru harus bisa memanfaatkan minat belajar siswa dengan menyediakan kondisi yang mendukungnya. Minat siswa untuk belajar merupakan kekuatan yang bersumber dari diri siswa. Minat ini memang berhubungan dengan kebutuhan siswa untuk mengetahui sesuatu dari objek yang dipelajarinya. Disinilah guru memegang peranan penting sebagai penentu dan pencipta kondisi pembelajaran yaitu dengan menggunakan metode mengajar yang sesuai dan interaktif
        Memang tidak semua anak didik memulai belajar dengan faktor perhatian yang disiapkan, banyak peserta didik mengembangkan minat belajarnya pada suatu mata pelajaran sebagai hasil pengaruh dari para guru, teman-teman sekelas, anggota keluarga. Namun bagi peserta didik yang memiliki kemampuan yang rata-rata tinggi, biasanya mereka dapat mengembangkan minat kuatnya pada suatu mata pelajaran dan berusaha meningkatkan dirinya terhadap pelajaran agar mencapai hasil yang memuaskan.
        Minat adalah kecenderungan jiwa yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas atau kegiatan (Slameto, 1995). Seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas dan memperhatikan itu secara konsisten dengan rasa senang. Pengertian Minat Belajar Siswa Menurut Para Ahli.
        Minat Belajar Siswa Menurut Para Ahli -Menurut Kartono (1995), minat merupakan moment-moment dari kecenderungan jiwa yang terarah secara intensif kepada suatu obyek yang dianggap paling efektif (perasaan, emosional) yang didalamnya terdapat elemen-elemen efektif (emosi) yang kuat. Minat juga berkaitan dengan kepribadian. Jadi pada minat terdapat unsur-unsur pengenalan (kognitif), emosi (afektif), dan kemampuan (konatif) untuk mencapai suatu objek, seseorang suatu soal atau suatu situasi yang bersangkutan dengan diri pribadi (Bukhori1985)
        Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. Semua benda yang hidup menjadi obyek dari biologi. Oleh karena itu biologi berobyekkan benda-benda yang hidup. Maka cukup banyak ilmu-ilmu yang tergabung di dalamnya. Biologi sebagai salah satu bidang ilmu pengetahuan juga merupakan objek pada aspek minat. Dengan demikian, bidangbiologi dapat melahirkan reaksi perasaan senag, gembira, dan semangat belajar, begitu pula sebaliknya, tergantung dari kepribadian siswa sendiri apakah menaruh minat yang tinggi terhadap bidang biologi atau tidak (Ahmadi, 1998).
        Menurut Hardjana (1994), minat  merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa atau tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan kecenderungan untuk dapat tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu. Minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Karena itu minat belajar adalah kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi.
        Menurut Gie (1998), minat berarti sibuk, tertarik, atau terlihat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Dengan demikian, minat belajar adalah keterlibatan sepenuhnya seorang siswa dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman tentang pengetahuan ilmiah yang dituntutnya di sekolah.
        Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap biologi akan mempelajari biologi dengan  sungguh-sungguh seperti  rajin belajar, merasa senang mengikuti penyajian pelajaran biologi, dan bahkan dapat menemukan kesulitan–kesulitan dalam belajar menyelesaikan soal-soal latihan dan praktikum karena adanya daya tarik yang diperoleh dengan mempelajari biologi. Siswa akan mudah menghafal pelajaran yang menarik minatnya. Minat berhubungan erat dengan motivasi. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan, begitu juga minat, sehingga tepatlah bila minat merupakan alat motivasi. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. Oleh karena itu, guru perlu membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah siswa mengerti (Hasnawiyah, 1994).
        Kondisi kejiwaan sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Itu berarti bahwa minat sebagai suatu aspek kejiwaan melahirkan daya tarik tersendiri untuk memperhatikan suatu objek tertentu. Berdasarkan hasil penelitian psikologi menunjukkan bahwa kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu, bahkan dapat melahirkan penolakan kepada guru(Slameto 1995). Minat merupakan salah satu faktor pokok untuk meraih sukses dalam studi. Penelitian-penelitian di Amerika Serikat mengenai salah satu sebab utama dari kegagalan studi para pelajar menunjukkan bahwa penyebabnya adalah kekurangan minat (Gie, 1998).
        Minat belajar dapat diingatkan melalui latihan konsentrasi. Konsentrasi merupakan aktivitas jiwa untuk memperhatikan suatu objek secara mendalam. Dapat dikatakan bahwa konsentrasi itu muncul jika seseorang menaruh minat pada suatu objek, demikian pula sebaliknya merupakan kondisi psikologis yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kondisi tersebut amat penting sehingga konsentrasi yang baik akan melahirkan sikap pemusatan perhatian yang tinggi terhadap objek yang sedang dipelajari.
        Minat sebagai salah satu aspek psikologis dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang sifatnya dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Dilihat dari dalam diri siswa, minat dipengaruhi oleh cita-cita, kepuasan, kebutuhan, bakat dan kebiasaan. Sedangkan bila dilihat dari faktor luarnya minat sifatnya tidak menetap melainkan dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Faktor luar tersebut dapat berupa kelengkapan sarana dan prasarana, pergaulan dengan orang tua dan persepsi masyarakat terhadap suatu objek serta latar belakang sosial budaya.
        a.    Evaluasi Pembelajaran
        Evaluasi pembelajaran merupakan suatu proses untuk menentukan nilai dari pembelajaran yang telah dilakukan. Ada beberapa fungsi evaluasi, yaitu:
        1.    Untuk mengetahui tarap kesiapan anak didik untuk menempuh suatu pembelajaran.
        2.    Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah di capai dalam proses pendidikan yang telah dilaksanakan.
        3.    Untuk membandingkan apakah minat yang di capai oleh anak didik sudah sesuai dengan kapasitasnya atau belum.
        4.    Untuk mengetahui taraf efisiensi metode yang digunakan dalam pembelajaran.

        Pencegahan Kekerasan Dalam Pacaran (KDP)

        gambar_KDP

        Berikut adalah langkah-langkah Pencegahan Kekerasan dalam Pacaran atau yang biasa disingkat KDP
        1. Mulai dengan keyakinan bahwa tubuh kita berharga
          Tubuh kita adalah jiwa kita, jangan membiarkan apa pun menimpanya. Kita harus menunjukkan kepada pacar bahwa kita sangat menghargai tubuh kita, pacar juga akan mulai belajar untuk menghargai tubuh kita.
        2. Mendefinisikan dengan konkret makna pacaran dan bagaimana hubungan akan dibina.
          Pacaran seharusnya merupakan keputusan sadar dengan penuh pertimbangan dan itikad baik antara kita dan pacar melibatkan aspek emosi, keyakinan, sosial dan budaya. Tentu ada unsur pembelajaran, penghargaan, penghormatan, komunikasi yang dapat menjadi pendekatan positif. Kalau terjadi kekerasan dalam pacaran, berarti tujuan ini tidak tercapai lagi
        3. Berani berkata “ tidak “.
          Komunikasikan perasaan, pikiran dan keyakinan kita. Jika ada perasaan tidak nyaman, komunikasikan dengan terbuka dan bersikap jujur disertai penjelasan mengenai alasan kita menolak keinginannya. Ingat, kalau pacaran atas dasar cinta tentu dia akan melindungi orang yang dicintainya dari kerusakan. Katakan “ tidak “ sebelum terjadi yang tidak – tidak.
        4. Belajar menjadi diri sendiri
          Kita bisa belajar menjadi diri sendiri. Selama sikap dan perbuatan kita positif, pertahankan, karena peran kita lebih banyak dibentuk oleh pola pengasuhan yang dipengaruhi budaya, untuk mengubahnya harus mulai pembelajaran baru.
        5. Mencari dukungan, membuat komunitas anti kekerasan.
          Mengungkapkan dan mengkampanyekan pikiran kita, mencari teman yang sependapat. Secara bersama terus dengan proses mengkampanyekan keinginan kita untuk menolak kekerasan dalam berpacaran.
        6. Mencari bantuan orang tua dan juga para ahli
          Untuk Lebih lengkapnya kunjungi situs berikut : (http://ariekaonly.multiply.com).
        7. Belajar menjadi mandiri sebab ketergantungan kepada pacar akan menyulitkan untuk memandang secara obyektif atas tindakan – tindakan pacar. 
        8. Menanamkan pada diri sendiri dan pacar bahwa manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama, oleh karena itu tidak ada yang boleh merasa berkuasa atas yang lainnya.
        9. Membentengi diri dengan keimanan dan ilmu agama yang cukup.
        10. Tidak pacaran.Hmmm, mungkin langkah tersebut adalah suatu pilihan yang sulit. Tapi tahukah anda kalau Dengan tidak pacaran secara otomatis menjaga diri dari kemungkinan menjadi korban ataupun pelaku kekerasan dalam pacaran

        Pengertian/definisi lingkungan keluarga


        Anak selama hidupnya akan selalu mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah dan masyarakat luas. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak yang memberikan tuntunan dan contoh-contoh bagi anak. Oleh karena itu lingkungan keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak. Di dalam lingkungan keluargalah tempat dasar pembentukan watak dan sikap anak.

        Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Gunarsa (2009 : 5) bahwa lingkungan keluarga merupakan “lingkungan pertama yang mula-mula memberikan pengaruh yang mendalam bagi anak”. Dari anggota-anggota keluarganya (ayah, ibu dan saudara-saudaranya) anak memperoleh segala kemampuan dasar, baik intelektual maupun sosial.


        Setiap sikap, pandangan dan pendapat orang tua atau anggota keluarga lainnya akan dijadikan contoh oleh anak dalam berperilaku. Demikian juga dengan pendapat Sadjaah (2002) yang mengemukakan bahwa “keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat memiliki nuclear family maupun extended family, yang secara nyata mendidik kepribadian seseorang dan mewariskan nilai-nilai budaya melalui interaksi sesame anggota dalam mencapai tujuan”.

        Dalam hal ini berarti lingkungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang pertama ini sangat penting dalam membentuk pola kepribadian anak. Karena di dalam keluarga, anak pertama kali mendapat pengetahuan tentang nilai dan norma.


        Pendapat lainnya tentang lingkungan keluarga yaitu menurut Hasbullah (2008 : 38) yaitu “Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapat didikan dan bimbingan. Dan dikatakan sebagai lingkungan yang utama karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga.

        Kemudian Barnadib (1999 : 120) mengemukakan “lingkungan keluarga yaitu lingkungan yang bertanggung jawab atas kelakuan, pembentukkan kepribadian, kasih sayang, perhatian, bimbingan, kesehatan dan suasana rumah. Dari lingkungan keluarga yang harmonis yang mampu memancarkan keteladanan kepada anak-anaknya, akan lahir anak-anak yang memliki kepribadian dengan pola yang mantap.


        Dari uraian-uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku anak.

        Di lingkungan keluarga anak mendapatkan perhatian, kasih sayang, dorongan, bimbingan, keteladanan dan pemenuhan kebutuhan ekonomi dari orang tua sehingga anak dapat mengembangkan segala potensi yang dimilikinya demi perkembangannya di masa mendatang.

        Faktor-faktor yang Mempengaruhi disiplin

        Terbentuknya disiplin sebagai tingkah laku yang berpola dan teratur menurut Dolet Unaradjan (2003 : 28-31) dipengaruhi oleh :
        1. Keadaan Lingkungan Keluarga
        2. Keadaan sekolah
        3. Keadaan Masyarakat

        Menurut Ekosiswoyo dan Rachman (2000), faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin, antara lain:
        1. Dari sekolah
          1. Tipe kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekan kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan siswa. Perbuatan seperti itu mengakibatkan siswa menjadi berpura-pura patuh, apatis atau sebaliknya. Hal itu akan menjadikan siswa agresif, yaitu ingin berontak terhadap kekangan dan perlakuan yang tidak manusiawi yang mereka terima.
          2. Guru yang membiarkan siswa berbuat salah, lebih mementingkan mata pelajaran dari pada siswanya.
          3. Lingkungan sekolah seperti: hari-hari pertama dan hari-hari akhir sekolah (akan libur atau sesudah libur), pergantian pelajaran, pergantian guru, jadwal yang kaku atau jadwal aktivitas sekolah yang kurang cermat, suasana yang gaduh, dll.
        2. Dari keluarga, contohnya :
          1. Lingkungan rumah atau keluarga, seperti kurang perhatian, ketidak teraturan, pertengkaran, masa bodoh, tekanan dan sibuk urusannya masing-masing.
          2. Lingkungan atau situasi tempat tinggal, seperti lingkungan kriminal, lingkungan bising dan lingkungan minuman keras.
          Herbert J. Klausmeier (1975 : 427) mengemukakan bahwa “environmental factors often cited as influences upon student discipline behavior include : (1) the family situation, (2) the peer group, (3) television viewing, (4) the social-psychology climate of the school, and (5) teacher behaviors.” (faktor lingkungan yang mempengaruhi perilaku disiplin siswa meliputi : (1) situasi keluarga, (2) kelompok teman sebaya, (3) tontonan televisi, (4) iklim sosial di sekolah, dan (5) perilaku guru).
          Dari uraian yang telah dikemukakan maka dapat diketahui bahwa lingkungan keluarga mempengaruhi terbentuknya sikap disiplin pada siswa. Seperti yang dikemukakan oleh Oemar hamalik (2010 : 102) yaitu “situasi di dalam lingkungan keluarga besar pengaruhnya terhadap emosi, penyesuaian sosial, minat, disiplin dan perbuatan siswa di sekolah”. 
          Kemudian Syamsu Yusuf (2010:40) juga mengemukakan “lingkungan keluarga mempengaruhi perkembangan kemampuan anak untuk disiplin, toleran dan bertanggung jawab.” Jadi faktor utama yang mempengaruhi pembentukan sikap disiplin pada siswa adalah faktor lingkungan keluarga sebab lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal anak.

        Pengertian/definisi kehamilan


        Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.(Manuaba, IBG, 1998: 4).





        Kehamilan Dibagi atas beberapa jenis yaitu :






        1. Kehamilan fisiologis


          Kehamilan fisiologis adalah Masa kehamilan dimulai dari ovulasi sampai lahirnya janin.Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal danmenghasilkan kelahiran bayi cukup bulan melalui jalan lahir (Sarwono, P, 2002: 89).


        2. Kehamilan patologis, yang terdiri dari




          1. Komplikasi-komplikasi sebagai akibat langsung dari kehamilan


            • Hiperemesis

            • Pre eklampsia - eklampsia

            • Kehamilan ektopil

            • Perdarahan ante partum

            • Kelainan dan lamanya kehamilan

            • Kehamilan kembar

            • Penyakit serta kelainan plasenta dan selaput janin







          2. Penyakit dan kelainan yang tidak langsung berhubungan dengan kehamilan



            • Penyakit dan kelainan alat kandungan








            • Penyakit kardiovaskuler

            • Penyakit saluran nafas

            • Penyakit traktus digestivus

            • Penyakit endokrin (Sarwono, P, 2002: 275) 












        ©aroxx

        Karakteristik Siswa pada MTs/SMP


        Menurut Degeng dalam Asri Budiningsih (2003: 10), karakteristik siswa adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang telah dimilikinya. 


        Siswa sebagai input dari proses pendidikan memiliki profil perilaku maupun pribadi yang senantiasa berkembang menuju taraf kedewasaan (Abin Syamsuddin Makmun, 2004: 78-79). Perilaku dan pribadi siswa MTs/SMP sudah memasuki masa remaja. Hal ini dijelaskan lebih lanjut bahwa:




        "Menurut Harold Alberty dalam Abin Syamsuddin Makmun (2004: 130) para ahli umumnya sependapat bahwa rentangan masa remaja itu berlangsung dari sekitar 11-13 tahun sampai 18-20 tahun menurut umur kalender kelahiran seseorang. Masa remaja terbagi menjadi dua, yaitu masa remaja awal (usia 11-13 tahun sampai 14-15 tahun) dan masa remaja akhir (usia 14-16 tahun sampai 18-20 tahun). Dengan demikian siswa MTs/SMP yang dijadikan subyek penelitian penulis termasuk dalam golongan masa remaja awal.



        Dalam buku-buku psikologi perkembangan, berdasarkan usianya siswa MTs/SMP dimasukkan ke dalam kategori remaja awal, yaitu dengan usia berkisar antara 12-15 tahun. Menurut Sri Rumini, dkk. (1995: 37) karakteristik remaja awal diantaranya:




        1. Keadaan perasaan dan emosi

          Keadaan perasaan dan emosinya sangat peka sehingga tidak stabil. Staniey Hall menyebutkan: “storm and stress” atau badai dan topan dalam kehidupan perasaan dan emosi. Remaja awal dilanda pergolakan sehingga selalu mengalami perubahan dalam perbuatannya.

        2. Keadaan mental

          Kemampuan mental khususnya kemampuan berpikirnya mulai sempuna dan kritis (dapat melakukan abstraksi). Ia mulai menolak hal-hal yang kurang dimengerti. Maka sering terjadi pertentangan dengan orang tua, guru, maupun orang dewasa lainnya.

        3. Keadaan kemauan

          Kemauan dan keinginan mengetahui berbagai hal dengan jalan mencoba segala hal yang dilakukan orang lain. 

        4. Keadaan moral

          Pada awal remaja, dorongan seks sudah cenderung memperoleh pemuasan sehingga mulai berani menunjukkan sikap-sikap agar menarik perhatian.


        Hakikat pembelajaran IPS


        Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan program pendidikan yang berupaya mengembangkan pemahaman siswa tentang bagaimana manusia sebagai individu dan kelompok hidup bersama dan berinteraksi dengan lingkungannya baik fisik maupun sosial. Pembelajaran Ilmu Pendidikan Sosial ataupun pengetahuan sosial bertujuan agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sosial, yang berguna bagi kemajuan dirinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat (Saidihardjo, 2005: 109). 

        Dari penjelasan diatas dapat penulis simpulkan bahwa
        Pendidikan Ilmu Sosial merupakan suatu program pendidikan pada siswa untuk mengenal dunia sosial yang ada di sekitar ligkungannya.

        Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi. 


        Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan (BSNP, 2006: 159).


        Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:


        1. Mengenal konsep- konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lilngkungannya.

        2. Memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.

        3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai- nilai sosial dan kemanusiaan.

        4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global (BSNP, 2006: 159).

        Pengertian Lengkap Hakikat hasil Belajar


        Berikut adalah Pengertian Hakikat belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli :

        Menurut Nana Sudjana (2005: 3), Hakikat hasil belajar adalah perubahan tingkah laku individu yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.


        Menurut Nana Sudjana (1989: 38-40), Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan.


        Faktor yang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya. 


        Faktor kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Disamping faktor kemampuan yang dimiliki siswa, juga ada faktor lain, seperti motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis.


        Hasil belajar merupakan segala upaya yang menyangkut aktivitas otak (proses berfikir) terutama dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. 


        Proses berfikir ini ada enam jenjang, mulai dari yang terendah sampai dengan jenjang tertinggi (Suharsimi Arikunto, 2003: 114-115). Keenam jenjang tersebut adalah:



        1. Pengetahuan

          Pengetahuan (knowledge) yaitu kemampuan seseorang untuk mengingat kembali tentang nama, istilah, ide, gejala, rumus- rumus dan lain sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakannya.
        2. Pemahaman

          Pemahaman (comprehension) yakni kemampuan seseorang untuk memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat melalui penjelasan dari kata- katanya sendiri.
        3. Penerapan

          Penerapan (application) yaitu kesanggupan seseorang untuk menggunakan ide- ide umum, tata cara atau metode- metode, prinsip- prinsip, rumus- rumus, teori- teori, dan lain sebagainya dalam situasi yang baru dan kongkret
        4. Analisis

          Analisis (analysis) yakni kemampuan seseorang untuk menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian- bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan diantara bagian- bagian tersebut.
        5. Sintesis

          Sintesis (synthesis) adalah kemampuan berfikir memadukan bagian- bagian atau unsur- unsur secara logis, sehingga menjadi suatu pola yang baru dan terstruktur.
        6. Evaluasi

          Evaluasi (evaluation) yang merupakan jenjang berfikir paling tinggi dalam ranah kognitif menurut Taksonomi Bloom. Penelitian disini adalah kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu situasi, nilai atau ide, atas beberapa pilihan kemudian menentukan pilihan nilai atau ide yang tepat sesuai kriteria yang ada (Anas Sudijono, 2005: 50- 52).


        Pada pendidikan formal, semua bidang studi dan bidang pendidikan harus memanfaatkan dasar mental yang ada pada tiap anak untuk meningatkan kemampuan mentalnya kearah kematangan dan kedewasaan dalam arti seluas- luasnya. Oleh karena itu penyelenggara pendidikan dan pengajaran harus dilaksakan secara teratur, terarah, dan terencana sesuai dengan pengembangan dasar dan kemampuan mental anak, agar tujuan pendidikan dan pengajaran tercapai secara maksimal (Nursid Sumaatmadja, 2001: 2).


        Dalam kegiatan belajar mengajar setiap guru selalu berusaha melakukan kegiatan pembelajaran secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran secara efektif disini dimaksudkan agar pembelajaran tersebut dapat membawa hasil atau berhasil guna, dan kegiatan pembelajaran secara efisien dimaksudkan agar pembelajaran tersebut dapat berdaya guna atau tepat guna baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

        Hubungan Pengelolaan Kelas dengan Prestasi Belajar Siswa


        Pengelolaan Kelas dan Prestasi Belajar Siswa


        Dalam proses pembelajaran di sekolah, guru sering kali mengalami hambatan terutama kegaduhan di dalam kelas yang dilakukan oleh siswa. Keributan dan kegaduhan yang terjadi di kelas apabila tidak segera diatasi akan mengganggu pelaksanaan program pembelajaran dan dapat menghambat pencapaian target kurikulum. Oleh karena itu suasana kelas harus dijaga supaya tetap kondusif untuk pelaksanaan program pengajaran. Dengan demikian untuk mencapai tujuan pengajaran di sekolah diperlukan guru yang mampu mengelola kelas dengan baik (Purnomo, 2003:10).

        Pengelolaan kelas merupakan usaha guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang memungkinkan kegiatan pengelolaan pengajaran dapat berlangsung dengan lancar sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai (Toenlioe, 1992: 16). Kondisi belajar yang optimal dapat dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran. Kemampuan dalam mengelola kelas merupakan salah satu syarat profesionalisme guru, oleh karena itu keberhasilan dalam mengelola kelas dapat dijadikan indikator penting atas tercapainya tujuan pengajaran (Hasibuan dan Moedjiono, 1995:82).

        Aktivitas belajar merupakan kegiatan yang melibatkan unsur jiwa dan raga. Belajar tidak akan pernah dilakukan oleh seseorang, khususnya siswa tanpa suatu dorongan yang kuat baik dari dalam maupun dari luar, yang keduanya memiliki peranan penting dalam menentukan tujuan belajar. Faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa salah satunya adalah motifasi. Motivasi merupakan gejala psikologis dalam bentuk dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu (Djamarah, 2002: 114).

        Secara umum ada dua faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu

        1. Faktor dari dalam diri siswa (instrinsik)

        2. Faktor dari luar diri siswa (ekstrinsik).
        Kegiatan pengelolan kelas termasuk salah satu bagian dari motivasi ekstrinsik.

        Adapun  merupakan sekumpulan motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Guru harus pandai mempergunakan motivasi ekstrinsik dengan benar agar supaya proses interaksi edukatif di kelas dapat tercapai.

        Berbagai macam cara dilakukan guru untuk membangkitkan motivasi belajar anak didiknya, salah satunya adalah dengan cara mengelola kelas dengan segala komponennya (Hakim, 2000:15).

        Secara teoritik dapat diketahui bahwa kegiatan pengelolaan kelas merupakan kemampuan atau ketrampilan guru, dalam mengelola siswa di kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas yang menunjang program pengajaran guna meningkatkan prestasi belajar siswa.


        ©aroxx

        Hubungan Kreativitas Guru dan Prestasi Belajar Siswa


        Kreativitas Guru dan Prestasi Belajar Siswa


        Guru adalah Tokoh pahlawan yang berfungsi mendidik, mengajar, muridnya untuk mendapatkan hasil belajar dan prestasi belajar yang maksimal.

        Guru tidak hanya sebagai pengajar, melainkan sebagai pendidik dalam arti yang sebenarnya. Peluang untuk memunculkan siswa yang kreatif akan lebih besar dari guru yang kreatif pula. Guru yang kreatif mengandung pengertian ganda, yakni guru yang secara kreatif mempu menggunakan berbagai pendekatan dalam proses belajar mengajar dan juga guru yang senang melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dalam hidupnya. Guru senantiasa memegang posisi kunci dalam dalam proses pembelajaran.


        Sebagai pengajar guru berperan menciptakan suasana yang kondusif, sehingga mendorong berfungsinya proses mental pra kesadaran yang merupakan dasar bagi lahirnya kreasi siswanya (Hasan, 2001: 200).


        Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru. Kreativitas juga merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial (Munandar, 1999: 28).

        Peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa adalah guru berperan sebagai fasilitator. Guru harus memahami dan terbuka pada anak. Bakat anak tidak datang secara simultan atau tiba-tiba, melainkan tumbuh dan berkembang sesuai dengan hukum alam yang ada, bahwa manusia tumbuh dan berkembang setahap demi setahap. Anak mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, jika anak memiliki kesulitan-kesulitan dalam kegiatan belajar di sekolah, guru berusaha mengatasi atau mencari alternatif pemecahannya dengan memilih atau memberikan kegiatan-kegiatan yang disukai atau diminati anak (Hasan, 2001: 205).

        Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, guru tidak mengawasi, tetapi mengarahkan kepada anak untuk mencapai tujuan, guru harus bisa menciptakan lingkungan di dalam kelas yang dapat merangsang belajar kreatif anak supaya anak merasa aman dan kerasan berada di dalam kelas, dengan begitu kreativitas anak dapat berkembang dengan baik (Sardiman, 2001: 120).



        Kegiatan belajar mengajar di sekolah berorientasi pada pencapaian prestasi belajar akademik yang tinggi oleh semua siswa. Kreativitas siswa apabila memperoleh peluang untuk berkembang di dalam iklim belajar mengajar yang kondusif, maka prestasi belajar yang tinggi dapat dicapai. Karena kreativitas guru dalam mengajar, dijadikan sebagai asumsi yang dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar siswa (Munandar, 1992: 42).



        Guru yang mempunyai kreativitas yang tinggi akan mampu memberikan motivasi belajar kepada anak didiknya.


        Motivasi berfungsi sebagai pendorong usaha dalam pencapaian prestasi.

         Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajar, sehingga prestasi belajar akan tercapai dengan hasil yang baik (Muhaimin, 2002: 38).